fbpx

LPPOM MUI Dorong Wisata Syariah

Wisata syariah nasional tetap berpeluang mengambil peran dalam wisata halal global jika didukung kerja sama berbagai pihak. Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mendukung sektor ini dengan menyediakan sejumlah aplikasi teknologi Quick Respons Code (QR). Ketua Komite Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Mohamad Bawazeer mengatakan kerja sama pelaku industri dengan LPPOM MUI harus lebih intensif.

Sebab, produk industri halal bukan hanya monopoli makanan, kosmetik, dan obat, melainkan juga kawasan industri halal dan wisata syariah. “Industri halal tumbuh cepat. Kita berharap semoga pertumbuhan itu berlanjut dan Indonesia bisa ikut memanfaatkan,” kata Bawazeer dalam Tasyakur Milad LPPOM MUI ke-26 beberapa waktu lalu.

Menyadari hal yang sama, pertengahan Januari lalu LPPOM MUI meluncurkan QR Code restoran halal bersertifikat halal MUI. Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim mengungkapkan, setiap restoran yang sudah memiliki sertifikat halal akan diberikan QR dan wajib ditempel sehingga terlihat dan dapat dipastikan restoran itu mendapat sertifikat halal. Ia menambahkan, program-program berbasis teknologi lain yang sudah diluncurkan sebelumnya, seperti aplikasi HalalMUI untuk Black Berry, pemindai barcode ProHalal MUI untuk Android, dan dan layanan SMS “Tanya Halal”, salah satu tujuannya memang untuk membuka peluang wisata halal Indonesia makin besar.

“Dengan aplikasi di BB dan Android, wisatawan bisa tahu restoran mana yang halal. QR ini awal peta lokasi restoran-restoran halal sehingga bisa terbentuk peta yang mengarahkan ke sana. Tunggu di peluncuran selanjutnya, ya,” ujar Lukman. QR Code dari LPPOM MUI akan mulai ditempel di 1.334 gerai restoran dan kafe yang sudah memiliki sertifikat halal dari LPPOM MUI pusat di seluruh Indonesia. Pada tahap selanjutnya, QR Code juga akan ditempel di restoran dan kafe yang mendapat sertifikat halal LPPOM MUI daerah.

Dalam sambutannya pada acara Milad LPPOM MUI, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo juga mendorong peran teknologi dalam kerja-kerja LPPOM. Biar bagaimanapun, konsumen berhak mendapat kepastian halal tidaknya suatu produk, termasuk produk hasil rekayasa genetika. “YLKI yakin pendekatan teknologi akan dominan dan informasi bisa disampaikan dengan detail kepada konsumen. Sebab, konsumen yang akan menggunakan produk,” kata Sudaryatmo.

Sumber www.republika.co.id ( rep: Fuji Pratiwi ed: Irwan Kelan )

Sumber Gambar : www.indonesia.travel

Baca Juga :  Implementasi Halal Tourism & Lifestyle Industry Sudah Sangat Mendesak

More Articles:

Menu
Open chat