fbpx

Hotel Dekat Pancoran Jakarta : Sofyan Hotel

Assalamualaikum, Kerabat Sofyan! Buat kalian yang sering lewat jembatan layang di daerah Pancoran, tepatnya di dekat Sofyan Hotel Soepomo, pasti sering liat dong patung yang dijuluki nama Patung Pancoran? Di tengah jalanan yang penuh kendaraan, patung yang juga dikenal dengan nama Patung Dirgantara ini terlihat sangat mencolok, bahkan lucu dan menarik. Posenya yang unik—seperti sedang mengejar atau menunjuk sesuatu—sering menjadi bahan bercanda orang Jakarta. Namun, kalian tahu tidak sih kalau di balik patung ini, terdapat banyak cerita sedih?

Patung ini dipahat oleh Edhi Sunarso, seorang tokoh yang terkenal sebagai pembuat patung bersejarah. Contoh karya-karya lain dari Edhi adalah Patung Selamat Datang di Bunderan HI dan Patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng, Jakarta. Atas instruksi Bung Karno, Edhi Sunarso mulai memahat Patung Pancoran yang ditujukan untuk menjadi icon keperkasaan Indonesia. Hasilnya, dengan partisipasi dari beberapa tokoh lainnya, Edhi membuat patung yang memiliki tinggi 11 meter dengan kaki patung setinggi 27 meter menggunakan bahan perunggu.

Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI pada tahun 1965. Rancangan patung ini berdasarkan atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara. Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat Jujur, Berani dan Bersemangat.

Proses pemasangan Patung Dirgantara sering ditunggui oleh Bung Karno, sehingga kehadirannya selalu merepotkan aparat negara yang bertugas menjaga keamanan sang kepala negara. Alat pemasangannya sederhana saja yaitu dengan menggunakan Derek tarikan tangan. Patung yang berat keseluruhannya 11 ton tersebut terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing beratnya 1 ton.

Pemasangan patung Dirgantara akhirnya dapat selesai pada akhir tahun 1966. Patung Dirgantara ditempatkan di lokasi ini karena strategis, merupakan pintu gerbang kawasan Jakarta Selatan dari Lapangan Terbang Halim Perdanakusumah selain itu dekat dengan (dahulu) Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia.

Yang menarik, walaupun sudah berdiri, patung ini sebetulnya belum selesai. Dari jauh, memang patung ini terlihat sempurna dan tidak ada yang aneh. Tetapi, jika kita lihat secara lebih dekat, kita akan menemukan permukaan patung tersebut masih kasar dan tidak rapi. Nah, tapi kecacatan ini akan terus dijaga sebagai bentuk cagar budaya, pemerintah sekarang tidak memiliki rencana untuk menyelesaikan atau memperbaikinya.

Setelah bertahun-tahun berdiri, Patung Pancoran mengalami kerusakan karena beberapa faktor seperti bahan perunggu dari patung, cuaca, dan polusi. Pada tanggal 25 Agustus 2014, patung ini akhirnya dibersihkan untuk pertama kalinya. Proses pembersihannya pun tidak sederhana.

Pertama, Patung Pancoran disiram menggunakan air bersih untuk menghilangkan debu yang menempel. Selanjutnya, patung ini dibersihkan dengan ekstrak jeruk nipis untuk menghilangkan polusi dan karat. Lalu, bahan kimia digunakan untuk melepaskan polutan dan korosi akut dari patung tersebut. Terakhir, patung dibilas kembali dengan air dan setelah kering, patungnya diberi lapisan pelindung.

Hari ini, Patung Pancoran telah menjadi monumen yang terabaikan. Semua yang sering lewat daerah Pancoran pasti tahu. Dulu, Patung Pancoran berada di tengah lapangan yang megah, membuat patung ini sangat mencolok dan menjadi objek wisata. Tapi sekarang, patung ini dilewati jalan layang, hingga dasarnya tidak lagi tampak jelas. Keperluan pembangunan dan kemajuan infrastruktur ternyata lebih penting dibandingkan patung ini. Perlahan-lahan, Patung Pancoran tenggelam dalam pembangunan infrastruktur baru dan kendaraan bermotor.

Sebetulnya patung ini membawa pesan yang baik, tapi dari awal pembangunannya banyak sekali ya masalahnya. Dari situasi yang tidak kondusif, biaya yang kurang, sampai kurangnya perhatian masyarakat. Masa lalu memang tidak bisa kita rubah, tapi masa depan bisa kita ubah. Mulai sekarang, yuk kita berikan Patung Pancoran perhatian dan hormat yang layak!

Baca Juga :  1 Halal Hotel di Jakarta Pusat Bintang 3 Terbaik

You may also like