fbpx
Itikaf

#AmalanPuasa : I’tikaf di Masjid

Assalamualaikum Kerabat Sofyan!

Kali ini kita akan membahas #AmalanPuasa lainnya yang biasa dilakukan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Apakah itu? Ya, benar, solat i’tikaf! Waktu i’tikaf afdhalnya dilakukan di 10 hari terakhir bulan ramadhan sebagaimana hadits yang disampaikan ummul mu’minin ‘Aisyah, ia berkata,

“Nabi salallahu ‘alaihi wassalam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir pada Ramadhan, hingga wafatnya kemudian istri-istri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rangkaian kegiatan i’tikaf biasanya dimulai dari shalat tarawih berjamaah, mendengarkan ceramah, kemudian bisa dilanjutkan dengan ibadah secara mandiri, seperti membaca Al-Qur’an, qiyamullail atau shalat malam, muhasabah (instrospeksi diri), hingga ditutup dengan sahur dan shalat subuh bersama jamaah lainnya.

Itikaf di Masjid

Nabi SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan menghindar dari segala kesibukan dunia, memperbanyak do’a dan dan berdzikir ketika itu. Hingga bisa berkonsentrasi penuh untuk bermunajat kepada Allah, dan memperoleh malam lailatul qadar.

I’tikaf hendaknya dilakukan di dalam masjid. Para ulama sepakat bahwa i’tikaf hanya sah jika dilakukan di dalam masjid, baik wanita maupun laki-laki. Imam Malik berpendapat bahwa i’tikaf boleh dilaksanakan di masjid manapun (asal di masjid tersebut ditegakkan shalat lima waktu).

Nah, karena besok sudah memasuki 10 hari terakhir Bulan Ramadhan, yuk kita rencanakan jadwal i’tikaf kita kerabat! I’tikaf tidak harus sendiri, bisa mengajak keluarga dan juga teman-teman kita. Jika kalian ingin tahu Masjid yang Nyaman di Jakarta untuk itikaf klik link berikut ya!

Source : https://panah.pro/amalan-bulan-ramadhan/

 

Baca Juga :  Indonesia Travel and Tourism Award

You may also like