kolase-5-tempat-bersejarah-di-bilangan-jakarta-01

Siapa sih yang tidak kenal Jakarta? Kota yang menjadi pusat perekonomian dan juga pemerintahan Indonesia yang kita cintai, dan juga kota terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk melebihi 10 juta orang! Selain itu, Jakarta juga merupakan surganya wisata dengan deretan pusat perbelanjaan serta pusat – pusat berwisata kuliner yang sangat beragam. Tapi tahukah Anda bahwa Jakarta juga merupakan kota yang kaya akan sejarah? Mari kita simak 5 tempat – tempat yang menjadi saksi bisu peristiwa – peristiwa bersejarah di ibukota dan tentunya, cocok bagi alternatif berakhir pekan Anda!

1. Monas (Monumen Nasional)

Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Selain itu, Anda juga dapat melihat keindahan pemandangan Ibu Kota Jakarta dari atas Monas dengan menaiki lift untuk mencapai puncaknya. Pengelola Monas juga menyediakan teropong yang dapat Anda gunakan untuk melihat panorama Kota Jakarta.

 

2. Tugu Proklamasi

Berdiri di tengah kompleks Taman Proklamasi yang terletak di Jl. Proklamasi (dahulunya disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat, Tugu Proklamasi adalah tugu peringatan proklamasi kemerdekaan RI. Tugu ini terdiri dari patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya. Tugu ini dibangun dengan sangat teliti dan cukup cermat karena pilar – pilar yang ada dibelakang patung para founding fathers tersebut menggambarkan hari, tanggal dan tahun kemerdekan Republik Indonesia. Terdapat 17 pilar yang mengartikan tanggal 17. Pilar terpanjang yang berada ditengah memiliki tinggi 8 meter yang berarti bulan kedelapan yakni Agustus. Lalu, terdapat sebanyak 45 pundak-pundak yang terletak pada pilar memiliki simbol tahun 1945.

 

3. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal (arti harfiah: Masjid Merdeka) adalah masjid nasional negara Republik Indonesia yang terletak di pusat ibukota Jakarta.  Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Istiqlal dibangun oleh seorang Arsitek beragama Kristen yang bernama Frederich Silaban.

Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah.

Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun demikian bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.

 

4. Kawasan Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama (Oud Batavia), adalah sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia. Wilayah khusus ini memiliki luas 1,3 kilometer persegi melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat (Pinangsia, Taman Sari dan Roa Malaka). Dijuluki “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.

Terdapat beberapa landmark historis di kawasan Kota Tua ini, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, dan Toko Merah. Tidak hanya tempat-tempat historis, Anda juga dapat menikmati pengalaman kuliner di Kota Tua Jakarta dengan singgah di Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta. Dengan atmosfer yang terkesan jauh dari modern namun elegan, tidak heran bahwa kawasan Kota Tua Jakarta kerap kali dikunjungi oleh para wisatawan ataupun warga Jakarta yang ingin melepas penat dan kejenuhan dari padat dan riuhnya ibukota layaknya masuk ke mesin waktu dan dibawa ke Kota Lama Jakarta.

 

5. Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sunda Kelapa adalah nama sebuah pelabuhan dan tempat sekitarnya di Jakarta, Indonesia. Pelabuhan ini terletak di kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan tertua di Indonesia yang telah melakukan aktifitas perekonomian sejak zaman Hindu Pajajaran abad 14 dan masih tetap berjalan hingga kini. Di dermaga berjajar kapal tradisional Bugis jenis “phinisi” yang melakukan bongkar muat barang. Kapal – kapal kayu ini dahulu sanggup mengarungi samudera sampai ke Madagaskar.

Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena desa di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa adalah cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527. Kala itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan Kerajaan Sunda atau yang lebih dikenal saat itu sebagai Kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan Pajajaran (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abad ke-16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera.

 

Jika Anda ingin mengunjungi tempat – tempat bersejarah di atas, jangan lupa menginap di Sofyan Hotel Betawi, Hotel Syariah  bersertifikasi pertama di Indonesia dan Halal Hotel terbaik di dunia. Selain itu, Hotel kami juga tidak jauh dari tempat – tempat bersejarah di atas seperti, Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, dan Tugu Proklamasi. Jadi tunggu apa lagi? Segera booking kamar Anda sekarang di Sofyan Hotel Betawi, World’s Best Family Friendly Hotel.

 

 

Ketika berencana untuk ber-wisata Halal mungkin Jakarta bukan hal pertama yang muncul di pikiran anda, tapi ternyata Jakarta adalah salah satu kota -yang memiliki banyak tempat wisata Halal dan Muslim friendly juga, lho. Tidak lupa juga kalau jakarta adalah pintu gerbang terbesar ke pulau Lombok, dimana pulau tersebut terpilih menjadi tujuan nomor satu untuk berbulan madu di Halal Travel Awards. Setelah beberapa survey ini lah tempat-tempat wisata halal dan menarik di Jakarta.

 

MONUMEN NASIONAL (MONAS)

Sumber: Google

Sumber: Google

Monumen Nasional atau Monas adalah ikon dari kota Jakarta yang ramai dikunjungi wisatawan. Monas adalah sebuah tugu dengan tinggi 132 meter dengan sebuah lidah api yang dibuat dengan emas di ujung atasnya. Berlokasi di Lapangan Medan Merdeka,Jakarta Pusat, banyak aktifitas yang dapat anda lakukan di tempat ini, diantaranya menikmati pemandangan dari puncak monas, mengunjungi museum yang berisi diorama, melihat relief sejarah Indonesia, mendengar rekaman proklamasi, hingga berpiknik dan bersepeda. Monas juga sering sekali digunakan sebagai tempat acara besar, seperti pesta tahun baru, dan lain-lain.

 

MASJID ISTIQLAL

Sumber: Google

Sumber: Google

Masjid Istiqlal yang berlokasi di Jakarta Pusat adalah tempat ibadah umat Islam yang juga berfungsi sebagai tempat wisata religi yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar negeri yang beragama Islam. Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas sekitar 200,000 orang, menara setinggi 90 meter, dan diameter kubah selebar 45 meter. Banyak wisatawan asing yang suka datang ke Masjid Istiqlal dengan tujuan mempelajari Islam. Setiap hari besar Islam, Masjid Istiqlal selalu padat oleh umat, bahkan Presiden Indonesia juga selalu ikut kegiatan keagamaan di sini.

 

GEREJA KATEDRAL

Sumber: Google

Sumber: Google

Gereja Katedral yang beralamat di Jalan Katedral no 7B, Jakarta Pusat ini terkenal karena desainnya yang bergaya eropa pada masa lalu. Selain terbuka untuk umatnya, Gereja Katedral juga terbuka bagi siapa saja yang ingin mengunjungi. Banyak wisatawan, dan rombongan anak sekolah yang datang berkunjung ke gereja yang memiliki suasana tenang dan damai ini. Gereja Katedral sangat terawat dengan baik, membuatnya menjadi salah satu tempat wisata di Jakarta Pusat dengan bangunan yang paling indah. Selain itu, Gereja Katedral juga memiliki museum dengan nama Museum Katedral. Museum ini pernah dinobatkan sebagai museum terbaik di Jakarta dengan kategori cagar budaya.

 

PASAR BARU

Sumber: Google

Sumber: Google

Pasar Baru adalah sebuah kawasan perdagangan yang berdiri sejak tahun 1820. Selain sebagai pusat belanja paling tua di Jakarta, Pasar Baru sudah menjadi tempat wisata di Jakarta Pusat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik yang dari Indonesia maupun yang dari luar negeri. Wisatawan-wisatawan ini datang ke Pasar Baru dengan tujuan wisata belanja. Toko-toko di Pasar Baru memiliki bentuk seperti bangunan di Eropa dan China. Toko-toko ini menjual berbagai barang, mulai dari pakaian, sepatu, peralatan olahraga, kain, kacamata, jam tangan, batik, perlengkapan salon, hingga makanan dan jasa penjahitan. Barang-barang di sini dapat dibeli dengan harga murah dan banyak sekali pilihannya.

 

MUSEUM NASIONAL (MUSEUM GAJAH)

Sumber: Google

Sumber: Google

Museum Nasional, atau populer dengan sebutan Museum Gajah adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Ciri khas dari museum ini adalah adanya sebuah patung gajah yang terbuat dari perunggu, pemberian dari Raja Thailand dan diletakan di depan pintu museum. Museum Gajah adalah tempat wisata di Jakarta Pusat yang selain rekreatif, juga edukatif dan kultural. Koleksi yang dimiliki museum ini berupa peninggalan sejarah seperti prasasti, keramik, barang-barang perunggu, tekstil, patung, alat musik tradisional, perhiasan kuno, wayang kulit, tengkorak manusia purba, dan lain-lain dengan total koleksi lebih dari 140,000 barang.

 

TAMAN ISMAIL MARZUKI

Sumber: Google

Sumber: Google

Taman Ismail Marzuki adalah wadah seni dan budaya di Jakarta. Berlokasi di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Taman Ismail Marzuki memiliki balai pameran, gedung arsip, galeri, bioskop, dan 6 teater modern. Selain itu, di tempat ini juga terdapat Planetarium yang merupakan tempat wisata pendidikan benda-benda langit, dan Institut Kesenian Jakarta yang merupakan sekolah seni. Taman Ismail Marzuki secara rutin menggelar berbagai macam acara pentas seni, di antaranya adalah pertunjukan wayang, puisi, drama, tari, musik, lukisan, dan film.

Makanan pedas yang dihasilakn dari cabe merah ini mungkin menjadi kesukaan bagi banyak orang, tetapi ada juga orang yang tidak menyukai makanan pedas. Orang yang tidak menyukai makanan pedas biasanya karena takut bila perutnya terasa sakit atau memang mempunyai penyakit dan dianjurkan dokter untuk tidak memakan pedas. Makanan pedas bisa dibilang makanan seluruh kaum dan juga makanan muslim friendly karena tidak perlu menggunakan bahan bahan yang dilarang untuk muslim. Setelah beberapa survey inilah beberapa manfaat dari makanan pedas.

 

MELANCARKAN PERNAFASAN

Makanan pedas bertindak seperti espektoran dan membantu penderita asma, bronkitis kronik, sinusitis dan penyakit pernapasan lainnya bernapas lebih baik.

 

MENJAGA MOOD

Sangat mengejutkan bahwa memakan makanan pedas ada pengaruhnya dengan mood kita di sehari-hari, cabai merah meningkatkan level endorfin dan serotonin yang menghilangkan nyeri dan memberi perasaan nyaman. Hormon ini bisa menjadi pelaku sebagai pelawan stres dan depresi.

 

ANTIKANKER

Banyak penelitian menunjukkan konsumsi teratur makanan pedas akan mengurangi risiko kanker. Capsaicin atau komponen aktif yang berada didalam cabai memperlambat pertumbuhan sel kanker dan pada banyak kasus sel-sel kanker akan mati tanpa merusak sel sehat disekitarnya.

 

MEMPERBAIKI FUNGSI PENCERNAAN

Manfaat cabai dalam saluran cerna adalah meningkatkan sirkulasi darah diperut, dan meningkatkan lapisan mukus, Capsaicin juga membantu membunuh bakteri H.pylori penyebab sakit maag. Akan tetapi jika anda mengalami Heartburn (rasa panas) setelah makan pedas, cobalah tablet antiacid yang akan menetralisir asam dilambung.

 

MENGHILANGKAN GEJALA FLU

Capsaicin membantu meningkatkan pengeluaran keringat dan menghilangkan gejala Flu yang mengganggu. Makanan pedas juga akan membantu membuka jalan napas, mengurangi sinusitis dan gejala Flu lainnya.

 

MENYEHATKAN JANTUNG

Cabai menyehatkan jantung dengan cara mencegah pembekuan darah, penelitian juga menunjukan kadar kolesterol jahat/LDL bisa mencegah oksidasi yang bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Capsaicin juga efektif melawan inflamasi yang telah diidentifikasikan sebagai faktor risiko penyakit jantung.

 

TURUNKAN BERAT BADAN

Cabai mengandung capsaicin yang akan mempercepat metabolisme dan membantu tubuh membakar kalori lebih cepat. Hal ini terjadi karena capsaicin meningkatkan temperatur tubuh dan berperan dalam meningkatnya detak jantung. Lebih jauh, studi menunjukan orang yang hobi makan pedas biasanya makan dalam porsi sedikit sehingga berat badan lebih terjaga.

 

sumber: www.terselubung.in

 

Republika, Rabu, 22 Oktober 2014, 12:00 WIB
JAKARTA — Asosiasi Hotel dan Restoran Syariah Indonesia (Ahsin) meminta pemerintahan presiden-wakil presiden Indonesia terpilih 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mendorong wisata Muslim dengan menerbitkan peraturan mengenai pedoman restoran halal, spa syariah, hingga agen perjalanan syariah.

Ketua Ahsin Riyanto Sofyan menyebutkan sebenarnya wisata syariah yang mencakup hotel, spa, restoran halal, hingga agen perjalanan syariah khususnya di Indonesia memiliki potensi bagus. Berdasarkan data Thomson Reuters pada akhir 2013, Muslim secara global membelanjakan 137 miliar dolar AS sepanjang 2012 untuk wisata.

Mereka juga memperkirakan, jumlah nilai belanja wisata Muslim secara global meningkat menjadi 181 miliar dolar AS pada 2018. Sedangkan, jumlah nilai belanja wisata Cina secara global pada 2012 hanya 89 miliar dolar AS.

Karena potensi itu, ia mengakui, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diakuinya sudah mengeluarkan peraturan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif (permen parekraf) nomor 2 tahun 2014 mengenai pedoman hotel syariah yang diterbitkan pada Februari 2014.

Kemenparekraf, kata dia, juga sudah merancang pedoman restoran halal, spa syariah, hingga agen perjalanan syariah. Sayangnya, rancangan pedoman itu hingga kini belum juga diterbitkan.

“Padahal, aturan pedoman itu penting karena menjadi landasan langkah selanjutnya untuk pengembangan pariwisata syariah Indonesia. Mulai dari program promosi, sosialisasi, pembinaan sumber daya manusia (SDM),” ujarnya kepada Republika di Jakarta, Selasa (21/10).

Selain itu, dengan dikeluarkannya aturan itu maka pihaknya bisa mengeluarkan aturan-aturan, seperti kompetensi dan capacity building. “Nah, itu semua harus didukung pemerintah. Tentunya, melalui penerbitan pedoman terlebih dahulu, yaitu permen parekraf,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya meminta supaya Kemenparekraf di era Jokowi-JK lebih meningkatkan perhatian untuk wisata Muslim. Artinya, memberikan anggaran untuk mengembangkan wisata syariah diminta minimal sama dengan anggaran mengembangkan wisata dari Cina. Ini berkaca dari Kemenparekraf era SBY tidak memberikan anggaran khusus untuk mengembangkan wisata Muslim di Indonesia.

Ahsin menyayangkan sikap Kemenparekraf di era SBY yang kurang memperhatikan wisata Muslim dengan tidak memberikan anggaran khusus untuk pengembangan wisata. Padahal, kata dia, potensi wisata Muslim jelas lebih besar dibandingkan wisata Cina. N ed: irwan kelana