Bandara Halim Perdanakusuma
Melakukan Reservasi di Hotel Sofyan Inn Tebet Setelah Mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma

Perjalanan jauh memang melelahkan, terutama setelah melakukan perjalanan bisnis yang menyita waktu dan tenaga. Katakanlah ada sebuah pertemuan dengan client yang berlokasi di Jakarta Selatan sehingga mengharuskan anda melakukan reservasi di Hotel sofyan inn Tebet dengan kamar variatif, berkonsep halal, dan mengutamakan syariah dalam pelayanan. Di Sofyan Inn Tebet semua keperluan anda akan terpenuhi dengan baik.

Betul sekali, jika anda sering bepergian ke banyak tempat dengan pesawat komersil, tentu anda pernah beberapa kali mendarat di Bandara Halim perdanakusuma, salah satu Bandara yang ada di Jakarta. Di masa lalu Bandara ini bernama Bandara Cililitan mengingat lokasinya yang masih berada di wilayah Cililitan. Nama Halim perdana kusuma digunakan sebagai pengganti untuk mengingat heroisme dari salah satu pahlawan angkatan udara kita.

Lalu lintas udara yang berlangsung di Bandara halim tidak begitu intens karena fungsinya hanya sebagai penunjang dari aktivitas penerbangan yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta yang memang sudah terlalu padat. Dengan demikian, Bandara halim perdana kusuma lebih banyak digunakan oleh pihak militer dan tempat mendarat tamu VIP dari negara-negara sahabat seperti Barack Obama yang pernah berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.

Maskapai pertama yang melakukan aktivitas penerbangan komersil di sini adalah Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij, sebuah maskapai penerbangan milik pemerintah Kolonial Belanda dengan rute pertama dari Batavia ke Bandung, Batavia ke Semarang dengan launching pada tanggal 1 November 1928 dengan sebuah perayaan besar-besaran. Sejak tanggal itu pula diremsikan rute lainnya dengan penerbangan ke Surabaya, Denpasar, Medan, Makasar, Tarakan, dan Palembang.

Ditilik dari teknologinya maka Bandara halim perdanakusuma memang tergolong bandara yang sangat baik dengan fasilitas lengkap. Tak hanya itu, eksistensi bandara ini sangat mendukung pertahanan negara sekaligus aplikatif dengan kemampuannya dalam melayani penerbangan komersil. Untuk anda yang ingin jalan-jalan ke bandara halim perdanakusuma bisa menggunakan akses kendaraan umum ke daerah Cililitan.

Alasan dipindahkannya akses penerbangan komersil ke bandara soekarno hatta oleh pemerintah adalah karena Landasan pacu di Bandara Halim Perdanakusuma sering mengalami rusak berat yang diakibatkan oleh beban berlebih dari berat pesawat. Pesawat-pesawat yang diberi akses untuk mendarat di halim hanyalah pesawat-pesawat kecil dan pesawat jet medium saja.

Dalam catatan sejarah, Belanda menyerahkan kendali atas Bandara Halim Perdanakusuma kepada Pemerintah Indonesia di tahun 1950 yang langsung dijadikan sebagai markas AURI. Tepat pada tahun 1952, nama halim perdanakusuma dipakai untuk mengenang jasa Abdul Halim Perdanakusuma yang gugur ketika melaksanakan tugas.

Bandara Halim Perdanakusuma kini memberi 60 slot/jam kepada penerbangan domestik dan penerbangan internaisonal di luar fungsinya yang difokuskan untuk kepentingan militer. So bagi anda yang ingin pergi ke kawasan Jakarta Selatan, boleh memilih penerbangan yang mendarat di Bandara halim perdanakusuma.

Ads :

Sofyan Inn Tebet, Hotel Halal dengan konsep autentik di Kota DKI Jakarta

Tersedia 4 Jenis Kamar Yang Variatif Untuk Anda

Hotel dekat Bandara Halim Perdana Kusuma

Hubungi

CS HOTEL SOFYAN INN TEBET

Jalan Dr. Soepomo, SH No. 23,
Tebet, South Jakarta,
Indonesia, 12810
Phone : +62 21 8295699,
Fax : +62 21 8307495,
WhatsApp : +62 8119121246

#halal
#halaltourism
#halalhotel
#muslimfriendly
#pancoran
#tebet
#tmii
#pasartanahabang
#tanahabang
#bandarahalim
#KeretaBandarasoekarnohatta

Sarinah menjadi sorotan dunia setelah serangan teroris yang terjadi Kamis lalu. Berikut ini sejarah mengenai Sarinah seperti dirangkum oleh Antara.

Sarinah adalah toko serbaada atau “department store” pertama di Indonesia. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1962.

“Sarinah merupakan ‘sales promotion’ barang-barang dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat. Bangunannya dirancang dengan bantuan Abel Sorensen dari Denmark dan dibiayai dari rampasan perang Jepang,” kata Bung Karno seperti dikutip dari laman resmi Majalah Historia, historia.id.

Sarinah, seperti termaktub dalam buku Bung Karno-Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, sejatinya adalah nama pengasuh Putra Sang Fajar ketika kecil.

“Dialah yang mengajarku untuk mengenal cinta kasih. Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Massa rakyat, rakyat jelata. Selagi ia memasak di gubuk kecil dekat rumah, aku duduk di sampingnya dan kemudian ia berpidato, ‘Karno, yang terutama engkau harus mencintai ibumu. Akan tetapi, kemudian engkau harus mencintai pula rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya,” kata Bung Karno.

Terkait dengan itu, konsep pendirian “department store” Sarinah juga dilandasi keberpihakan Sukarno kepada rakyat Indonesia, terutama rakyat miskin, agar bisa berdiri di kaki sendiri secara ekonomi.

“Yang boleh impor hanya 40 persen. Tidak boleh lebih. Sebanyak 60 persen mesti barang kita sendiri. Juallah di situ kerupuk udang, ‘potlot’ bikinan kita sendiri,” kata Bung Karno dalam Sidang Paripurna Kabinet Dwikora, 15 Januari 1966, dikutip dari historia.id.

Perkataan Sukarno itu tidak lepas dari sosialisme yang sangat populer sebelum Presiden H.M. Soeharto naik takhta pada tahun 1968.

Gedung ini dekat dengan tempat wisata sejarah di Jakarta Terutama monas, apabila anda sedang berwisata sejarah tentu jangan sampai terlewat mengunjungi monas. Apabila anda ingin menginap di dekat daerah tersebut. Ada Hotel jakarta Pusat Bintang 3 dekat monas yang bernama sofyan Hotel di Jl. Cut Mutia No.9. Hotel tersebut sangat dekat dengan berbagai tempat wisata di Jakarta Pusat.