Taman Suropati (aslinya bernama Burgemeester Bisschopplein) adalah nama sebuah taman di Jakarta. Awalnya nama Taman diambil dari nama Walikota (Burgemeester) Batavia pertama G.J. Bisshop (1916-1920). Taman ini merupakan pusat kawasan Menteng, terletak tepat di antara pertemuan tiga jalan utama yaitu Boulevard Menteng (JL Teuku Umar), Orange Boulevard (JL Diponegoro) dan Nassau Boulevard (JL. Imam Bonjol). Pada mulanya bentuk Bukit, kemudian dipangkas dan sebagian besar tanah diasingkan ke JL. Besuki. Ladang ini mulai berbunga sekaligus pepohonan yang ditanam sejak 1920. Ladang yang sekarang dikenal dengan Taman Suropati sejak tahun 1920 sudah menggantikan lingkaran di Plan Moojen. Taman Suropati teduh, sejak beberapa tahun lalu dihiasi patung-patung karya pematung dari seluruh ASEAN.

Tidak banyak orang yang tahu bahwa nama Taman Suropati Jakarta diambil dari nama salah satu pahlawan nasional Indonesia. Untung Suropati, lahir di Bali, 1660 – meninggal dunia di terezi Jawa Timur, 5 Desember 1706 pada usia 45/46 tahun, merupakan tokoh terkemuka dalam sejarah Kepulauan Melayu yang tercatat di Babad Tanah Jawi. Ceritanya menjadi legendaris karena berkaitan dengan seorang anak rakyat jelata dan budak VOC menjadi bangsawan dan Temenggung (Bupati).

Untung juga kabarnya tak pernah mendirikan Kerajaan yang berbasis di Pasuruan. Namun, DUTCH dan sekutunya menyerang dan menghancurkan Kerajaan Gladstone. Senjata tentara VOC lebih canggih dan jumlahnya lebih dari sekedar tentara keuntungan. Akhirnya, Kerajaan Untung dikalahkan. Untungnya menderita luka akhirnya mati.

Kisah keberuntungan Surapati yang legendaris dan perjuangannya melawan penjajahan DUTCH di Indonesia membuatnya dikenal sebagai pahlawan nasional Indonesia. Dia telah ditunjuk sebagai pahlawan nasional Indonesia atas Presiden S.K. No. 106 / TK / 1975 tanggal 3 November 1975.

Hotel Daerah Menteng Cikini Jakarta Pusat

SOP BUNTUT ENAK TERSEDIA SOFYAN BETAWI

Halal lifestyle menjadi bagian dari gaya hidup yang sedang diminati sebagian besar kaum muslimin dari maraknya wisata halal sampai wisata kuliner halal. berbicara kuliner halal ada satu tempat tepatnya di Sofyan Hotel Betawi hotel jakarta pusat bintang 3 dekat monas yang menjadi hotel halal dengan berkomitmen menyediakan makanan dan minuman yang terjamin kehalalannya termasuk menu istimewah sop buntutnya karena hidangan dari daging memang senantiasa memiliki cita rasa yang begitu lezat dan gurih.

Rasanya hampir semua bagian daging memiliki cita rasa yang nikmat sewaktu disajikan sebagai menu makanan istimewa yang begitu lezat. Mulai dari kepala hingga kebagian kaki semuanya bisa diolah menjadi sajian makanan yang jika pengolahannya benar maka akan tercipta makanan yang lezat dan nikmat.

Sajian dari daging lain yang memiliki rasa dan aroma yang begitu khas adalah sajian sop. Hidangan yang khas dengan penggunaan sayuran dan kuah gurih dari daging ini memang begitu istimewa. Sebenarnya ada begitu banyak ragam sup yang hadir dalam daftar menu resep sajian nusantara ini. Bahkan rasanya hampir setiap daerah di nusantara memiliki hidangan sup tersendiri dengan rasa yang lezat.

Nah, salah satu hidangan sup yang cukup terkenal di Sofyan Hotel Betawi hotel jakarta pusat bintang 3 dekat monas adalah hidangan sup buntut sapi. Mengapa bagian buntut sapi menjadi begitu populer dan banyak dipilih sebagai bahan untuk dijadikan sup? Hal ini dikarenakan tekstur kulit pada bagian buntut memiliki tingkat kekenyalan yang lebih elastis dan terasa begitu nikmat selain itu kandungan lemak pada buntut sapi membuatnya semakin istimewa dan nikmat. Rasa gurih yang dihasilkan dari buntut sapi memang tiada tandingannya.

Hidangan ini lezat disantap kapanpun dan dimanapun. Baik siang hari, sore hari, pagi hari maupun malam hari, rasanya tak pernah ada batasa waktu untuk bisa menyantap lezatnya sajian sop buntut. Apalagi jika hidangan ini dinikmati sewaktu cuaca dingin dengan hujan yang tidak reda-reda. Hidangan sop buntut akan dapat menghangatkan tubuh dan membuat selera makana anda semakin tergugah. Nah, dari pada capek-capek membuat sop buntut. Yuk kita datang saja ke Hotel Sofyan Betawi di jalan Cut Mutia no 9 Menteng Jakarta Pusat jaraknya ngak jauh dari masjid bersejarah masjid cut mutia dan disana banyak kuliner-kuliner enak dan murah dan patokan setelah Masjid Cut Meutia, yang emang jadi asal muasal namanya, tidak jauh dari depan masjid juga ,ada Martabak Orins.

Dulunya emang Sop Buntut di Sofyan Hotel Betawi hotel jakarta pusat bintang 3 dekat monas ini cukup terkenal sama terkenalnya dengan sop buntut kakilima di jalan cut mutia yang bernama Sop Buntut Hj. Nurjana atau ada juga yang menyebutnya Sop Buntu Cut mutia Ibu Hj. Nurjanah, pemiliknya. Selain berjualan sop buntut, awalnya Hj. Nurjanah juga berjualan masakan Padang di lokasi yang sama ini. Namun memang akhirnya cuma sop buntutnyalah yang paling dicari oleh pelanggannya. Menu makanan yang tersedia hanya ada sop buntut rebus/super goreng, dan bakar.Nah di Sofyan Hotel Betawi yang ngak jauh dari tempat jualannya sop buntut Hj. Nurjana juga menyediakan buntut bakar yang rasa enaknya tidak kalah dari sop buntut rebus yang kuahnya, ada sedikit remah-remah dengan daging sop buntut rebus yang warnanya kemerahan dan kalau di makan terasa empuk. Biar ngak penasaran kita berburu kuliner halal yuk di Sofyan Hotel Betawi.

Patung Tugu Tani

Patung Tugu Tani atau disebut juga patung pahlawan adalah sebuah patung yang terbuat dari bahan perunggu dengan figur satu orang pria
bertopi caping dan seorang wanita yang terletak di dekat Stasiun Gambir Jakarta Pusat. Patung ini dibuat oleh dua pematung Rusia kenamaan, Matvey Manizer dan Ossip Manizer, sebagai hadiah dari pemerintah Uni Soviet atas persahabatannya dengan Indonesia.
Makna dari gedung tersebut berbeda-beda dari segi simbol maupun historis.
Dalam sebuah buku diceriatakan bahwa Sukarno menginginkan tugu tani dibuat untuk memperingati perjuangan bangsa Indonesia dalam
mempertahankan Irian barat yang selama ini dikuasai oleh Belanda hingga tahun 1963. Sedangkan proses pembuatan patung hingga
menyerupai seorang petani dan wanita diperoleh dari perjalanan Manizer ketika mengunjungi Indonesia pada tahun 1960. Waktu itu, dia
mendengar cerita tentang kisah seorang ibu yang mendukung anaknya untuk berperang demi negaranya, dan mengingatkan anaknya untuk jangan pernah meninggalkan orang tuanya.

Halal Hotel di Jakarta Pusat Bintang 3 Terbaik dekat Tugu Tani

Di wilayah tugu tani terdapat halal hotel di Jakarta Pusat bintang 3 terbaik di kelasnya. Halal hotel ini merupakan hotel yang cocok untuk para pebisnis dan keluarga yang melakukan kegiatan wisata kota. Dengan mengutamakan sertifikasi halal, hotel ini lebih percaya diri untuk masa depan bisnis hotel tersebut. Apalagi senantiasa pemerintah memberikan dukungan penuh dalam program wisata halal Jakarta.
Karena pemerintah tau akan programnya yang perlu dukungan para pelaku pariwisata di Indonesia. Dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat pengguna maupun pebisnis pariwisata halal di Indonesia. Gencarnya program pemerintah ini semakin meningkat tiap tahunnya.
Program pemerintah ini bukan saja untuk lokal tapi untuk program mancanegara.

AKAD NIKAH DI MASJID BERSEJARAH RESEPSINYA DI HOTEL SOFYAN BETAWI

Pernikahan adalah moment spesial buat dua keluarga besar terlebih untuk kedua mempelai dan yang paling sakral dari moment tersebut adalah akad nikah karena melalui akad nikah inilah prosesi pernikahan menjadi sah dan berkah
ada tempat untuk melakukan prosesi akad nikah yang paling paling dicari untuk melaksanakan acara akad nikahnya yaitu di masjid cut Mutia Masjid yang terletak tidak jauh dari sofyan hotel hotel jakarta pusat bintang 3 dekat stasiun gambir ini memiliki catatan sejarah yang menarik.

Kala itu, bagunan ini adalah salah satu peningalan sejarah zaman kolonial Belanda yang merupakan bangunan kantor biro arsitek Belanda. Masjid ini pernah di jadikan juga Kantor Pos, kantor Kereta Api Belanda. Bahkan pada tahun 1942 – 1945 masjid ini menjadi Kempetei Angkatan Laut Jepang.

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1964 – 1970 masjid ini sempat menjadi Kantor Urusan Perumahan dan kantor Urusan Agama. Pada saat Gubernur Ali Sadikin memimpin Jakarta, barulah diresmikan menjadi Masjid Agung Cut Mutia.

Masjid Cut Meutia adalah salah satu masjid yang terletak di Jalan Cut Meutia Nomor 1, Jakarta Pusat, dekat dengan hotel jakarta pusat bintang 3 dekat stasiun gambir . Bangunan masjid ini merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Masjid ini memiliki keunikan tersendiri dan kemungkinan tidak terdapat di masjid-masjid lainnya. Salah satu keunikannya, mihrab dari masjid ini diletakkan di samping kiri dari saf salat (tidak di tengah seperti lazimnya). Selain itu posisi safnya juga terletak miring terhadap bangunan masjidnya sendiri karena bangunan masjid tidak tepat mengarah kiblat.

Sebelum difungsikan sebagai mesjid sebagaimana sekarang, bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang (1942 – 1945). Setelah Indonesia merdeka, ia pernah dipergunakan sebagai kantor Urusan Perumahan, hingga Kantor Urusan Agama (1964 – 1970).[1] Dan baru pada zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin diresmikan sebagai masjid tingkat provinsi dengan surat keputusan nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.Awalnya masjid ini bernama Yayasan Masjid Al-Jihad yang didirikan oleh eksponen ’66 seperti Akbar Tanjung dan Fahmi Idris.[2] Pada kurun waktu orde lama, gedung ini juga pernah dijadikan gedung sekretariat MPRS.Nama Bouwploeg sendiri kini masih tersisa dalam ingatan sebagai nama Pasar Boplo di barat stasiun kereta api Gondangdia.

Nah setelah melakukan akad nikah di masjid cut mutia lalu acara resepsinya di Sofyan Hotel Betawi hotel yang cukup untuk menampung undangan resepsi sekitar 200 tamu undangan sekaligus. para tamu dari undangan kedua keluarga besar dan kedua mempelai dapat menggunakan fasilitas ruang Harmoni ABC dan kamar yang dapat menggunakan kamar dari type kamar standart,Superior, Deluxe,Executive dan kamar Suite yang cocok untuk menginap pasangan bulan madu di hari yang penuh berkah di hari pernikahan keduanya. Sofyan Hotel Betawi hotel jakarta pusat bintang 3 dekat stasiun gambir  juga mempunyai paket wedding dengan harga yang cukup ekonomis dan menarik.

Mengadakan acara resepsi di Sofyan Hotel Betawi Alhamdulillah cukup nyaman dan aman karena Hotel Sofyan Betawi dikelola selaras dengan hotel syariah dengan konsep halal yang menjamin kehalalan baik makanan dan minumannya dan ini tentunya akan membuat acara resepsi pernikahan itu menjadi lebih berkah.berkah melangsungkan akad nikahnya di masjid cut mutia yang lokasinya sangat dekat dengan hotel sofyan dan resepsinya di hotel halal – Hotel Sofyan Betawi.

HOTEL ESEK-ESEK BERUBAH MENJADI HOTEL HALAL YANG ASYIK-ASYIK


Istilah hotel halal masing agak asing, namun Jakarta dibuat terpana oleh kiprah Sofyan Hotel hotel di jakarta pusat bintang 3 terbaik yang hijrah dari hotel konvensional yang esek-esek menjadi hotel syariah atau hotel halal sejak 2002. Adalah Riyanto Sofyan yang nekad banting stir untuk ke tiga hotelnya di Jakarta. Sebagai pionir hotel berbintang yang menerapkan sistem syariah atau halal hotel.Kabarnya setelah Riyanto Sofyan 4 tahun mengaji kepada Salim Segaf Al Jufri, kader PKS kala itu dan Mentri Sosial saat ini. Maka sirna pula citra Hotel Sofyan yang dulunya rawan PSK sejak tahun 70an menjadi “bersih lingkungan” sejak 2002 atas inisiatif Riyanto Sofyan, putra pertama pendiri grup Hotel Sofyan yaitu almarhum Sofyan Ponda, pengusaha pribumi asal Padang.

Kini prospek hotel syariah atau hotel halal hotel di jakarta pusat bintang 3 terbaik  kian bersinar seiring dengan maraknya trend wisata halal. Terbukti di tengah lesunya bisnis hotel tak menggoyahkan eksistensi Sofyan Hotel, malah deman stabil di atas 70% tingkat hunian, dan ini cukup menguntungkan mengingat biaya operasional hotel pada umumnya 35% dari tingkat hunian. Lebih lagi Sofyan Hotel tak punya kompetitor di Jakarta. Maka wajar bila banyak pihak berasumsi bahwa Jakarta sangat kekurangan kamar untuk hotel halal. Manfaat. Keuntungan menginap di hotel halal mudah ditebak: Dijamin bebas PSK, Dijamin hanya menyediakan makanan dan minuman halal, dilarang sekamar untuk tamu non-muhrim, tersedia quran dan sajadah dalam kamar, tersedia musholla dalam hotel yang mengumandangkan azan 5 waktu. Juga tidak ada diskriminasi agama, keluarga dari tamu hotel merasa tenang, semua crew hotel berpakaian sopan,dan menyebarkan salam.Biasanya crew hotel menolak tamu dengan santun jika curiga calon tamu yang membawa pasangan yang tidak halal atau melanggar syariah. Penolakan dilakukan dengan alasan kamar penuh alias fully-booked. Kesan modern juga nampak pada Sofyan Hotel di mana teknologi modern hadir di dalamnya baik untuk managemen informasi maupun sistem reservasi. Sehingga kesan kumuh dan kolot tidak nampak seperti halnya pada hotel-hotel syariah kelas bawah.

HOTELNYA TINGGAL DUA

Pada Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham PT.Sofyan Hotels hotel di jakarta pusat bintang 3 terbaik menyebutkan telah diputuskan tertanggal 22-nov-2010 PT. Sofyan Hotel Tbk.menjual sebuah hotel di jalan Cikini Raya yang dikenal dengan nama Hotel Sofyan Cikini. Sehingga tinggal dua buah hotel yang bertahan yaitu Sofyan Betawi di jalan Cut Mutia Jakarta Pusat dan Sofyan Tebet di jalan Soepomo Jakarta Selatan, keduanya katagori hotel bintang tiga. Alasan penjualan salah satu asset tersebut diduga untuk menguatkan struktur modal. Juga sekaligus mengakhiri konflik intern soal harta waris mengingat Sofyan Ponda memiliki anak-anak lain di luar Riyanto dan Riyanti yaitu dari tiga mantan istri lainnya. Adalah Riyanto Sofyan, pria kurus jebolan MIT Amerika, penggagas dan pelaksana metamorfosis ke hotel syariah dengan melewati perjuangan keras melawan resistensi baik dari dalam lingkungan keluarga maupun dalam perusahaan.

 

ADA KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DI DALAM TUBUH PERUSAHAAN

Riyanto Sofyan yang merupakan simpatisan PKS merasa perlu memasukan kader-kader PKS ke dalam tubuh perusahaan. dikarenakan memiliki kesamaan visi misi syariah dengan para kader PKS itu dimulai dengan adanya struktur Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang awalnya di ketuai oleh Habib Salim Al Jupri di gantikan dengan Ustadz Surahman dengan sekretaris ustadz Hafizudin Ahmad yang kesemuanya adalah kader PKS begipun dari pimpinan manajemennya yang dalam beberapa posisinya di duduki kader PKS.

HOTEL BERKEMBANG DENGAN BENDERA SOFYAN HOSPITALITY INTERNATIONAL

Pasca kemenangan di World Halal Travel Awards pada Oktober 2015,Sofyan Hotel melalui bendera PT. Sofyan Hospitality International melakukan kerjasama pengembangan Hotel halal ada beberapa kerja sama yang dilakukan, beberapa di antaranya ada di Blok M Jakarta,Bogor untuk branding kondotel bintang empat, resor di Medan, dua resor di Sentul Kabupaten Bogor, dan di Yogyakarta dengan bentuk waralaba di bawah Sofyan Hospitality International.

World Halal Travel Awards yang tahun ini akan digelar lagi membuat daerah yang ditetapkan sebagai destinasi wisata halal oleh Kemenpar, seperti Aceh dan Sumatera Barat, bersiap-siap, seperti dilansir dari harian republika. Tahun ini, Sofyan Hotels juga masih akan meneruskan sosiai wisata halal di Indonesia dan luar negeri bekerja sama dengan Kemenpar.

Awal tahun ini,Kemenpar sudah muali bergerak dengan beberapa kegiatan di mana Sofyan Hotels diminta mewakili.
Hotel yang melakukan konversi halal pada 1994 ini juga terus membantu perampungan panduan bisnis halal untuk spa, restoran, travel, serta standar pariwisata halal.

Seputar Menteng

Kecamatan Menteng adalah sebuah kecamatan yang terletak di Jakarta Pusat dan merupakan Pusat Pemerintahan dari Kota Jakarta Pusat.
Banyak pejabat tinggi negara serta kedutaan besar negara-negara sahabat yang berdomisilidi kawasan Menteng, sebagian besar sekarang telah beralih fungsi menjadi perkantoran, restoran dan menjadi halal hotel daerah Menteng Cikini Jakarta Pusat. Jalan M Thamrin, yang
merupakan jantung kota Jakarta, terlethunak di bagian barat dari Kecamatan Menteng. Menteng merupakan perumahan villa pertama yang berada di kota Jakarta, yang dikembangkan pembangunanya diantara tahun 1910 dan tahun 1918. Perancangnya adalah tim arsitek yang dipimpin oleh P.A.J. Mooijen, beliau adalah arsitek Belanda yang merupakan anggota tim pengembang perumahan yang dibentuk pemerintah kota Jakarta. Rancangan awalnya memiliki kemiripan dengan model dari kota taman dari Ebenezer Howard, seorang arsitektur pembaharu asal Inggris. Bedanya, Menteng tidak dimaksudkan berdiri sendiri namun terintegrasi dengan tata lingkungan lainnya. Thomas Karsten, seorang ahli tata lingkungan dijamannya, memberi komentar bahwa Menteng memenuhi semua kebutuhan perumahan untuk kehidupan yang layak. Proyek area Menteng dinamakan Niew Gondangdia dan menempati area yang cukup luas, sekitar 73 hektar. Pada tahun 1890 area ini dimiliki oleh 3.562 orang pemilik tanah. Batas selatannya adalah Banjir Kanal Barat yang selesai dibangun tahun 1919. Rancangan dari Mooijen dimodifikasi oleh F.J. Kubatz dengan mengubah tata jalan dan penambahan taman-taman hingga mencapai bentuk yang tetap antara tahun 1920an dan tahun 1930an.

Sebagai kota bertajuk taman, di area ini banyak dijumpai taman-taman terbuka. Yang paling terbesar adalah Taman Suropati, yang terletak di antara Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro. Kemudian terdapat Taman Lawang yang terletak di Jalan Sumenep, Situ Lembang di Jalan Lembang, serta Taman Cut Mutia di Jalan Cut Mutia. Di kawasan ini dulu pernah berdiri Stadion Menteng, yang kini telah beralih fungsi menjadi Taman Menteng. Dan ada juga kedutaan Perancis yang berubah menjadi halal hotel daerah Menteng Cikini Jakarta Pusat ( Sofyan Hotel Betawi ).

Menteng Jaman Sekarang

Setelah kemerdekaan Indonesia, Menteng menjadi daerah perumahan elite di Jakarta. Banyak tokoh-tokoh penting dan konglomerat ternama tinggal diwilayah tersebut, termasuk tokoh proklamator Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta. Selain kedua tokoh tersebut, yang berdomisili disini adalah Soeharto, Mohammad Natsir, A.H Nasution, Ali Sadikin, Rosihan Anwar, Subandrio, Kemal Idris, dan Soedarpo Sastrosatomo. Menteng juga menjadi tempat tinggal masa kanak-kanak Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama. Dia pun pernah menuntut ilmu di sekolah-sekolah lokal yakni SDN Besuki dan SD Santo Fransiskus Assisi.

Daftar-daftar Lokasi Penting

Banyak lokasi di Menteng yang dijadikan tempat penting untuk bisnis dan wisata.
Diantaranya adalah

  • Masjid Cut Meutia.
  • Sofyan Hotel Betawi ( Hotel Daerah Menteng Cikini Jakarta Pusat ).
  • Gedung Joeang 45.
  • Gedung Perintis Kemerdekaan.
  • Stasiun Gondangdia.
  • Jakarta Theater.
  • Taman Menteng ( merupakan peninggalan dari situs sejarah Stadion Menteng, Jakarta )
  • Tugu Proklamasi(Monumen Proklamator).
  • Taman Suropati.
  • Taman Ismail Marzuki
    dan lain lainnya.

Sejarah Monas

Sebelumnya pusat pemerintahan Republik Indonesia berkedudukan di Yogyakarta. Pada tahun 1950 kembali ke Jakarta setelah menyusul
pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda pada tahun 1949, Presiden Soekarno mulai merencanakan pembangunan sebuah monumen nasional yang setingkat dengan Menara Eiffel di lapangan terbuka,tepat di depan Istana Merdeka. Pembangunan tugu Monas bertujuan untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi penerus bangsa.

Monumen Nasional ( Monas ) atau Tugu Monas ini dirancang oleh arsitek bernama Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono. Frederich Silaban sendiri merupakan seorang arsitek yang telah memenangi sayembara perancangan Monas yang dibuat oleh Presiden Soekarno.
Sayembara ini merupakan sayembara pembuatan monumen peringatan setelah Indonesia meraih kemerdekaan di tahun 1945.

Monas berdiri ditengah lapangan Monas, hingga sekarang masih ada orang yang menyebut daerah sekitar Monas ini dengan lapangan merdeka. Dan ada juga halal hotel Jakarta Pusat bintang 3 dekat Monas yang dibangun untuk melengkapi kawasan Monas. Pembangunan Monas ini secara garis besar terdiri atas tiga tahap.

  1. Tahap 1
    Tahun 1961 – 1965, dalam kurun waktu ini, presiden Soekarno merupakan orang pertama yang meletakkan beton pasak yang kemudian diikuti pembangunan pondasi-pondasi yang akan menopang Monumen Nasional
  2. Tahap 2
    Tahun 1966 – 1968, dikurun waktu ini, pembangunan sempat tertunda dikarenakan adanya kejadian kudeta G30SPKI yang menyebabkan keamanan negara saat itu sedang kondusif.
  3. Tahap 3
    Tahun 1969 – 1975, merupakan tahapan akhir dimana disini semua sudah hampir rampung, namun masihlah ada beberapa permasalahan kecil mengenai fasilitas yang masih tetap dikerjakan walau saat itu di 12 Juli 1975 sudah diresmikan oleh presiden Soeharto.

Monas memiliki bentuk unik menjulang keatas dengan obor api emas asli diatasnya yang melambangkan kobaran semangat rakyat Indonesia yang tidak pernah padam saat menghadapi penjajahan. Monas bukan hanya tempat rekreasi saja, ada banyak sekali hal yang bisa kita lakukan ketika mengunjungi Monas ini.
Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Lokasi Monas

Monumen Nasional terletak tepat di
tengah Lapangan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat.Ada beberapa pintu gerbang untuk memasuki area Monas. Sekarang di area Monas telah berkembang pesat pertumbuhan pembanguanannya yang dulu hanya lapangan terbuka, kini banyak sekali tempat – tempat pusat pemerintahan, bisnis, dan halal hotel Jakarta Pusat bintang 3 dekat Monas. Ada juga pusat perbelanjaan.

Tata Cara dan Tips

  •  Anda dipersilahkan membawa makanan dan minuman ke dalam kawasan Monas, bawalah seperlu mungkin karena harga minuman disana cukup mahal untuk ukuran penjaja jalanan.
  • Buanglah sampah pada tempatnya bila Anda membawa makanan dan minuman.
  •  Cara menuju ke Monas: Angkutan yang paling digemari yakni transjakarta/busway. Karena busway melewati halte Monas yang berada tepat pinggir pintu masuk Monas.
  • Selalu perhatikan barang bawaan Anda, karena rute Monas pulang pergi adalah rute yang sangat ramai, karena rute ini juga
    satu arah dengan lokasi wisata Kota Tua, mengarah juga sebaliknya kearah Bundaran HI sampai Blok M.
  • Tempat menginap di halal hotel Jakarta Pusat bintang 3 dekat Monas.

Hotel Jakarta Pusat Bintang 3 Dekat Stasiun Gambir

Asal bernama Gambir

Gambir merupakan nama daerah di Jakarta Pusat.Nama Gambir sendiri sudah dipakai pula untuk area yang sama sejak awal abad 19,diambil dari nama seorang keturunan Perancis bernama Gambier yang ditugaskan Daendels untuk membuka jalan ke arah selatan.
Wilayah Gambir, khususnya daerah Kelurahan Gambir dan sekitarnya, dinamakan Weltevreden. Setelah makin berkembang daerah ini timbul pasar yang berlanjut terus menerus sebagai pasar tempat memperingati hari lahir ratu Belanda yang diadakan pasar malam setiap tahun. Pasar yang tumbuh dan berkembang terus itu disebut pasar Gambir. Sekarang kampung Gambir tinggal kenangan saja, yang ada tersisa adalah Kelurahan Gambir dan nama Stasiun Gambir yang masih tertinggal pada salah satu stasiun yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Wilayah yang termasuk pada kawasan Gambir batas – batasnya adalah: diutara jalan Veteran, di Selatan jalan Kebon Sirih, di Barat jalan Mojopahit dan di timur kali Ciliwung. Disana juga terdapat gedung gedung bersejarah yang punya asal muasal sejarah dan ada juga yang menjadi Halal Hotel Jakarta Pusat Bintang 3 Dekat Stasiun Gambir yaitu Sofyan Hotel Betawi yang beralamat di Jalan Cut Mutia No.9, Menteng Jakarta Pusat.

Stasiun kereta api Gambir

Merujuk ke sejarahnya, siapa sangka bahwa dibalik kokohnya Stasiun kereta api Gambir, ternyata sebelum dibangun sebagai pra sarana transportasi, daerah Gambir adalah tanah rawa dengan pemilik tanah tersebut bernama Anthony Paviljoen. Kemudian tahun 1697 tanah ini dibeli oleh Cornelis Chastelein dan membangun sebuah rumah dengan dilengkapi dua kincir sebagai penggiling tebu. Cornelis diperkiran yang memberi nama tempat ini dengan sebutan Weltevreden yang berarti sangat puas. Stasiun Gambir ini sudah mengalami renovasi terus menerus. Akan tetapi renovasi ini tidak merubah nilai sejarah dari Stasiun kereta api ini.Stasiun kereta api ini merupakan salah satu dari stasiun utama yang di miliki kota jakarta, yang persisnya di Jakarta Pusat. Stasiun kereta api Gambir ini memiliki posisi yang strategis. Dekat dengan pusat pemerintahan dan bisnis. Ada juga halal hotel Jakarta Pusat Bintang 3 dekat dengan Stasiun Gambir ini.

Tempat – tempat wisata dan bisnis

Tempat wisata andalan Jakarta yang dekat dari Stasiun kereta api Gambir adalah :
1. Monumen Nasional ( MONAS ).

Monumen Nasional ( MONAS ) ini dibangun oleh pemerintah Indonesia untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari kolonial Hindia Belanda. Dari Stasiun Gambir ke Monumen Nasional ( MONAS ) dapat ditempuh dengan
berjalan kaki.

 

 

 

 

2. Masjid Istiqal

Masjid ini telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Jakarta ini bergaya arsitekturnya yang modern, dinding dan lantai berlapis
marmer, dihiasi ornamen geometrik. Selain dijadikan sebagai tempat ibadah, masjid ini digunakan juga sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum lainya . Masyarakat non-muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini tapi bagian yang boleh dikunjungi terbatas dan harus didampingi pemandu. Dari Stasiun Gambir ke Monas dapat di tempuh dengan berjalan kaki ke sini.

 

 

3. Museum Galeri Nasional Indonesia

Museum ini Galeri Nasional Indonesia merupakan sebuah lembaga budaya negara Indonesia di mana gedungnya berfungsi sebagai tempat pameran dan perhelatan acara seni rupa Indonesia dan mancanegara. Meskipun dari luar tampak kuno dan tua, tapi di dalamnya sangat kontras. Museum Galeri Nasional menjadi favorit anak-anak muda yang menggemari seni kreatif. Di museum tersebut terdapat tiga gedung, yaitu Gedung A, Gedung B, dan Gedung C. Setiap gedung berisi pameran yang menampilkan karya seni yang antik dan autentik. Selain ruang pameran, di musem ini juga terdapat ruang seminar, perpustakaan, dan laboratorium.

 

 

Tempat Wisata- wisata ini cukup menarik untuk dikunjungi. Setelah lelah berwisata ada halal hotel Jakarta Pusat bintang 3 dekat Stasiun Gambir yang bisa dikunjungi. Hotel ini bernama Sofyan Hotel Betawi yang berlokasi di Jalan Cut Mutia No.9, Menteng, Jakarta Pusat.

Hotel di Jakarta Pusat Bintang 3 Terbaik

Perkembangan pariwisata di dunia yang cukup tinggi peningkatannya. Termasuk juga tingginya angka wisatawan muslim di dunia yang membuka peluang terciptanya pariwisata ramah muslim ( halal tourism ). Potensi halal tourism yang belum banyak disadari di Indonesia dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Negara Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia belum dapat menciptakan wisata yang ramah muslim. Sebagian besar agen travel masih terfokus pada paket wisata haji dan umroh. Perkembangan dari halal tourism ini juga berdampak pada akomodasi penginapan di negara Indonesia. Para pebisnis hotel mulai merubah segment marketnya ke arah halal. Terutama Sofyan Hotel yang sebelumnya memakai branding syariah ini meningkatkan ke arah brand halal. Misal Sofyan Hotel Betawi yang merupakan 1 hotel di jakarta pusat bintang 3 terbaik di kelasnya.

Dibandingkan dengan negara non-muslim, Negara Indonesia masih tertinggal dalam membangun halal tourism. Kendati bukan negara mayoritas muslim, China, Jepang, dan Thailand sudah siap dalam mengakomodir kebutuhan wisatawan muslim. Prediksi meningkatnya angka wisatawan muslim memicu negara-negara tersebut mempercepat kesiapan mereka. Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi wisata halal di dunia, selain negara berpenduduk mayoritas Muslim, negara Indonesia juga memiliki banyak objek wisata halal yang sebenarnya bisa mengundang banyak wisatawan mancanegara muslim. Namun, sayangnya kebanyakan wisatawan mancanegara Muslim asal Timur Tengah, yang pergi berlibur tidak langsung ke Indonesia, tetapi ke Malaysia, Singapura, dan Thailand lebih dulu. Ini salah satu penyebab yang menjadi penyebab kalahnya daya saing Indonesia dengan negara-negara tetangga adalah, karena nama Indonesia kurang mendunia sebagai destinasi wisata halal dunia.

Perkembangan Wisata Halal di Asia

Negara China melalui China Muslim Association (CMA) telah mengakomodir kebutuhan para pebisnis sektor wisata dalam memberikan sertifikasi halal dan muslim friendly bagi organisasi-organisasi yang bergerak pada sektor tersebut. Pada November 2015, Taiwan mengundang wisatawan Indonesia untuk melakukan simulasi halal tourism. Sementara, dalam empat bulan mendatang, Thailand mengundang sekitar tiga puluh agen travel Indonesia untuk mensosialisasikan kesiapan mereka dalam menyambut wisatawan muslim. Thailand sebagai salah satu negara non-muslim yang telah mengembangkan halal tourism telah memiliki hotel, restoran, spa, dan berbagai objek wisata ramah muslim. Kesiapan Thailand dalam mengakomodir kebutuhan wisatawan muslim mendongrak jumlah wisatawan muslim di Thailand. Pada tahun 2015, lebih dari lima juta wisatawan muslim mengunjungi Thailand.

Kementerian Pariwisata berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi pengembangan halal tourism. Beberapa daerah yang menjadi target terciptanya halal tourism adalah Lombok, Padang, Aceh, dan Banyuwangi. Tazbir menilai, rencana menciptakan segmentasi wisata muslim bagi Lombok dapat meningkatkan eksistensi pariwisata Lombok. Memberikan segmentasi berbeda dari destinasi wisata ternama seperti Bali dipercaya dapat menyejajarkan popularitas destinasi wisata baru dengan destinasi wisata ternama.

Mayoritas Penduduk Muslim Indonesia merupakan target yang tepat bagi pasar industri halal Indonesia. Menurut Global Islamic Finance Report (GIFR), penduduk Muslim yang memiliki pendapatan disposabel diperkirakan akan dapat memberikan pemasukan pada pasar industri halal lebih dari $2 triliun dan sekitar $3.735 triliun pada tahun 2019. Sama halnya dengan analisa Thomson Reuter yang menerangkan bagaimana Muslim di dunia pada 2015 menghabiskan lebih dari US$1,9 triliun untuk jenis produk yang berbeda, US$1,17 triliun untuk makanan dan minuman, dan $243 miliar untuk pakaian. Pengembangan wisata halal ini terus di gencarkan oleh pemerintah Indonesia. Untuk akomodasi perhotelan pun juga diterapkankan sebagai halal hotel. Yang menjadi percontohan pemerintah untuk hotel halal adalah hotel di Jakarta Pusat Bintang 3 terbaik di bidang hotel syariahnya.

Pebisnis halal hotel dan pemerintah bekerja sama membuat peta karakteristik wisatawan Muslim untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menjaring peminat hotel di Jakarta Pusat bintang 3 terbaik di kelasnya.

Wisata Halal Jadi Prioritas Kota Jakarta

Wisata Halal

Wisata halal adalah bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan Muslim. Pelayanan wisatawan dalam pariwisata halal merujuk pada aturan-aturan Islam. Salah satu contoh dari bentuk pelayanan ini misalnya Hotel yang tidak menyediakan makanan ataupun minuman yang mengandung alkohol dan memiliki kolam renang serta fasilitas spa yang terpisah untuk pria dan wanita.

Wisata Halal Jadi Prioritas Kota Jakarta

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Jakarta semakin fokus dalam mengembangkan wisata halal. Pemerintah mengadakan pembinaan dan seminar, termasuk bagaimana memberikan pelayanan kepada wisatawan Muslim. Kami menekankan poin keramahan dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno berharap pengembangan wisata halal di Jakarta akan dapat meningkatkan pendapatan daerah sebesar 20 persen. Selain mengembangkan hotel syariah, ada juga rencana pengembangan destinasi wisata dan kuliner halal.

Pemprov DKI juga akan membuat pilot projek hotel syariah di kompleks Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara. Sandiaga juga membidik dua destinasi wisata unggulan, yaitu Kota Tua dan Kepulauan Seribu. Perhotelan syariah sekarang marak di Bangkok dan Kuala Lumpur. Begitupula tumbuh di Seoul dan Tokyo. Sehingga dipastikan Jakarta tak ketinggalan. Pemprov DKI senantiasa mengerakkan pelaku usaha hotel maupun kuliner untuk mengurus sertifikasi halal, sebagai upaya meningkatkan pelayanan pariwisata halal diJakarta.
Seperti yang dilakukan oleh salah satu hotel di Jakarta Pusat Bintang 3, yaitu Sofyan Hotel Betawi yang terletak di Jalan Cut Mutia No.9 Jakarta Pusat.

123