Patung Pancoran, Gerbang Menuju Kawasan Jakarta Selatan

Sejarah Patung Pancoran dan Kenangannya Hingga Kini

Beberapa waktu yang lalu kita sempat dihebohkan dengan isu tentang tampilan wajah Patung pancoran yang diabadikan melalui sebuah drone oleh Rudy Sunandar. Berita ini langsung menjadi highlight di media sosial karena baru kali ini wajah dari Patung Pancoran terekspose dengan begitu jelas. Kini masyarakat berpikir tentang siapakah sosok dari wajah yang ada pada karakter Patung tersebut.

Sejarah Patung Pancoran sendiri cukup menarik untuk disimak. Patung Pancoran berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta dan merupakan buah pikiran dari Presiden Soekarno yang ingin membuat patung untuk menggelorakan semangat anak muda agar termotivasi dalam mencapai cita-citanya. Soekarno sendiri mengatakan bahwa ia terinspirasi dari kosmonaut Rusia Yuri Gagarin yang merupakan manusia pertama yang pergi ke ruang angkasa.

Dulu patung pancoran dikenal dengan sebutan monument patung dirgantara, berada tepat di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Di masa lalu patung ini berada tepat di depan Markas Besar TNI angkatan Udara yang kini difungsikan sebagai kompleks perkantoran Wisma Aldiron Dirgantara. Letaknya sangat strategis dan menjadi penunjuk utama bagi pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Melalui Patung ini ditekankan motivasi agar anak muda bangsa Indonesia memiliki keperkasaan di bidang kedirgantaraan. Ini bisa dilihat dari arah juluran tangan patung pancoran yang mengarah ke atas. Tentang hal ini kita mengetahui bahwa Presiden Soekarno sendiri yang menginspirasi bentuk patung ini agar terlihat sempurna. Selanjutnya proyek pembuatan patung pancoran diserahkan kepada Edhi Sunarso, seorang pematung dari Salatiga, Jawa Tengah.

Sejarah Patung Pancoran sempat terseok-seok karena peristiwa G-30 S PKI bahkan hampir terhenti secara total. Namun sang penggagas bersikukuh bahwa pengerjaan Patung pancoran tetap harus diselesaikan dan demikianlah, meski pada saat itu Soekarno berada di akhir masa pemerintahannya, ia tetap memprioritaskan agar proyek itu bisa diselesaikan.

Patung Pancoran dibangun dengan menghabiskan dana sebesar 12 Juta rupiah yang mana jumlah ini di masa itu adalah jumlah yang sangat fantastis. Di awal pembuatannya semua biaya itu ditanggung oleh Edhi Sunarso sang pematung dan sangat disayangkan sekali, uang yang digelontorkan pemerintah di masa itu hanya mencapai 5 juta saja. Lantas untuk menambal kekurangan dari biaya ini, Soekarno menjual mobil pribadinya seharga 1,7 juta rupiah.

Menurut Edhi Sunarso sang pematung, patung pancoran dibangun untuk menghormati jasa-jasa para penerbang Indonesia di masa perjuangan, khususnya mereka yang telah dengan gagah berani melakukan pengeboman terhadap posisi Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga dengan menggunakan pesawat bekas penjajah Jepang.

Soekarno mengatakan bahwa meskipun di masa itu Indonesia belum memiliki kemampuan untuk memproduksi pesawat terbang, kita tetap bisa membanggakan satu hal yaitu semangat para penerbangnya. Untuk itu dibuatlah Patung Pancoran sebagai monumen bangsa Indonesia yang sedang terbang dengan segenap keberaniannya dan keperkasaannya. Soekarno ingin agar visualisasi dari patung pancoran mencerminkan sosok pria gagah yang siap untuk terbang mengangkasa.

Dalam proses pemasangannya, Patung Pancoran seringkali ditunggui oleh Soekarno dan tentu saja ini merepotkan aparat penjaga presiden. Menjelang pemasangannya, patung yang beratnya hampir 11 ton ini terdiri dari potongan-potongan dengan berat satu potongan mencapai 1 ton. Alat yang dipakai untuk memasangnya hanya menggunakan Derek tarikan tangan saja dan semua berhasil dipasang tepat di akhir tahun 1966.

Itulah sedikit info tentang sejarah patung pancoran, mungkin anda yang baru saja datang dari arah Lapangan terbang Halim Perdanakusumah akan menemukan patung ini begitu masuk ke arah Jakarta Selatan.

Ads :

Sofyan Inn Tebet, Hotel Halal dengan konsep autentik di Kota DKI Jakarta

Tersedia 4 Jenis Kamar Yang Variatif Untuk Anda

Hotel dekat Patung Pancoran Jakarta

Hubungi

CS HOTEL SOFYAN INN TEBET

Jalan Dr. Soepomo, SH No. 23,
Tebet, South Jakarta,
Indonesia, 12810
Phone : +62 21 8295699,
Fax : +62 21 8307495,
WhatsApp : +62 8119121246

#halal
#halaltourism
#halalhotel
#muslimfriendly
#pancoran
#tebet
#tmii
#pasartanahabang
#tanahabang
#bandarahalim
#KeretaBandarasoekarnohatta

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *