fbpx
museum fatahillah beyond simbol sejarah

Museum Fatahillah – Beyond Simbol Sejarah

 

Jakarta sebagai ibukota telah menyimpan riwayat yang amat panjang. Perjalanan sejarah ini masih dapat kita pelajari dan kita nikmati hingga kini di Museum Fatahillah. Di sini anda dapat menelusuri berbagai peninggalan sejarah Jakarta sejak zaman prasejarah, masa kejayaan pelabuhan Sunda Kelapa, era penjajahan, dan masa setelah kemerdekaan. Museum Fatahillah Jakarta

museum fatahillah beyond simbol sejarah

Bangunan yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No 2, Jakarta Barat ini dahulunya merupakan Balai Kota Batavia. Dibangun1707-1712 atas perintah Gubernur Jendral Joan an Hoorn. Bangunan yang dalam bahasa belandanya “Stadhius van Batavia” ini diresmikan sebagai museum Sejarah Jakarta pada 30 Maret 1974 oleh Gubernur Ali Sadikin.

Bangunan ini menyerupai istana Dam di Amsterdam. Pembangunannya telah dimulai pada era Gubernur Jenderal jan Pieterszoon Coen pada 1620. Terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Baca: 38 Tempat Terunik di Dunia Jika Difoto Dari Langit

Gedung yang diresmikan Gubernur jenderal Abraham Van Riebeeck ini pernah berfungsi antara lain sebagai kantor Pemerintah Provinsi jawa Barat (1925 – 1942), kantor pengumpulan logistik Dai Nippon (1942-1945), Markas Komando Militer kota/Kodim 0503 Jakarta Barat (1952-1968). Baru tahun 1968, gedung secara resmi diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta.

Museum Fatahillah menyimpan 23.500 koleksi barang bersejarah, baik dalam bentuk asli maupun replika. Koleksi ini berasal dari Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum) yang sebelumnya terletak di jalan Pintu Besar Utara no 27, yang saat ini ditempati Museum Wayang.

Di antara koleksi yang penting untuk diketahui masyarakat adalah prasasti Ciaruteun peninggalan Tarumanegara. patung Dewa Hermes, sel tahanan dari Untung Suropati (1670) dan Pangeran Diponegoro (1830).

museum fatahillah beyond simbol sejarah

Meriam si Jagur menjadi koleksi yang sangat dikenal. Melambangkan kesuburan atau dalam bahasa Portugis berarti mano in Piga. Koleksi ini memiliki berat 3,5 ton dan panjang lebih dari 3 meter. Dibelakang meriam ini ada bentuk tangan dengan menggunakan gelang, yang menyimbolkan perempuan.

museum fatahillah beyond simbol sejarah

Berbagai koleksi dipamerkan dalam beberapa ruangan, sesuai periode asalnya. Ruang-ruang pameran yang ada yaitu Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung dan Ruang MH Thamrin.

museum fatahillah beyond simbol sejarah

Ada pula lukisan Gubernur Jenderal VOC Hindia Belanda dari 1602-1942, alat pertukaran zaman prasejarah dan koleksi persenjataan. Selain itu, terdapat koleksi mabel antik peninggalan abad ke-17 hingga ke-19, sejumlah keramik, gerabah dan prasasti.

Pembagian ruangan dan penataan koleksi yang sangat mempertimbangkan aspek artistik dengan harapan dapat berfungsi seoptimal mungkin sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Koleksi yang dipamerkan ke publik hanya 500 buah saja. Sisanya disimpan dalam ruang penyimpanan.  Secara berkala, koleksi ini dirotasi sehingga dapat dilihat masyarakat.

 

Editors Pick

Berkunjung ke Pameran Kain Ulos di Museum Tekstil Jakarta

Yuk Melihat-Lihat Koleksi Batik Nusantara di Museum Tekstil Jakarta

Mencari Hal Unik dan Hebat di Museum Galeri Nasional Jakarta

Baca: Tips Anti Ribettt di Bandara

 

Ada Paket Pernikahan dengan Harga Terjangkau >> klik disini <<

Sofyan Hotel Cut Meutia, Hotel Halal dengan konsep fitrah, halal, dan kinship

CS Sofyan Hotel Cut Meutia

Jalan Cut Mutia No.9, Menteng,
Jakarta, Indonesia, 10330

Phone : +62 21 3905011,
WhatsApp :  +62 811 9121 256

Fax : +62 21 3902747

#halalhotel
#hoteldijakartapusat
#hoteldicikini
#hoteldimenteng
#hoteldekatmonas
#sofyanhalal101
#sofyanhotel
#hoteldekatgambir
#hotelsekitarmonas

Baca Juga :  FAQ Jakarta Marathon 2018

You may also like